Author Topic: Psikologi Perkembangan Anak  (Read 904 times)

Dante.Rigmalia

  • Nara Sumber
  • Pemula
  • *****
  • Posts: 1
    • View Profile
Psikologi Perkembangan Anak
« on: March 20, 2013, 08:49:24 AM »
Peran Orangtua dalam Perkembangan Anak
Pemahaman yang baik terhadap anak dan remaja sangatlah penting agar kita dapat membantu mengarahkan mereka sehingga mereka berkembang secara optimal. Penelitian tentang anak-anak mendapat dorongan yang kuat dari para ahli psikologi dan pendidikan, salah satunya yang terkenal adalah sebuah karya dari G. Stanley Hall, dari Universitas Clark. Dia mengawali penelitiannya dengan konsep anak yang ditulis pada tahun 1891 yang berjudul: “Contents of Children’s Minds on Entering School”. Salah satu point penting dari hasil penelitian Hall adalah: anak-anak bukanlah orang dewasa yang kecil. Hal ini berarti bahwa anak-anak memiliki karakteristik tertentu, mereka berubah dari satu tahap usia ketahap berikutnya, mereka perlu dipahami, didukung dan difasilitasi agar dapat melalui semua tahapan perkembangan dengan baik.
Peran serta orang tua sangat penting bagi pertumbuh dan perkembang yang baik dari seorang anak, karena orangtua/keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak-anak. Anak-anak tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga. Faktor keluarga menjadi varian penting dalam perkembangan anak. Keluarga yang kondusif akan mendorong anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Lingkungan penting lainnya bagi anak setelah lingkungan keluarga adalah sekolah, masyarakat/lingkungan sekitar. Ketiga lingkungan ini menjadi tripusat pendidikan yang utama bagi anak-anak yang selanjutnya tumbuh menjadi remaja, dan orang dewasa. Melalui pengarahan yang tepat dari ketiga lingkungan tersebut maka anak akan tumbuh menjadi individu yang mandiri, berguna bagi diri dan lingkungannya seperti yang diharapkan oleh semua orang tua.
Pemahaman yang baik tentang perkembangan anak/remaja akan membantu mereka untuk dapat melalui semua tahapan perkembangan yang harus mereka lalui. Dan sebaliknya ketidakpahaman kita terhadap diri anak/remaja,  akan menimbulkan kebingungan tersendiri karena pada saat anak/remaja berkembang ada beberapa perubahan yang terjadi pada diri anak/remaja yang mungkin saja tidak sesuai dengan harapan orang tua/masyarakat/norma dan etika yang ada. Lebih jauh lagi ketidakpahaman kita terhadap perubahan-perubahan yang terjadi padadiri anak/remaja akan menimbulkan konflik yang mengakibatkan anak/remaja tidak berkembang optimal. Untuk itu pemahaman yang baik terhadap siapa diri anak/remaja mutlak kita perlukan agar kita dapat mengarahkan dan membantu mereka melalui semua tahapan perkembanganyang harus dilaluinya.
Prinsip-prinsip Perkembangan
Gambaran pola perkembangan yang tepat merupakan dasar untuk memahami anak-anak. Pola perkembangan anak memberi manfaat bagi kita diantaranya untuk mengetahui: pertama, apa yang diharapkan dari anak, pada usia berapa diharapkan muncul pola perilaku tertentu, dan kapan pola ini biasanya diganti dengan pola yang lebih matang. Kedua, sebagai pedoman untuk menentukan ketercapaian perkembangan: untuk mengevaluasi setia anak menurut norma usia anak tersebut, jika ada penyimpangan maka dapat dicari penyebab dan solusinya. Ketiga, perkembangan yang berhasil membutuhkan bimbingan, pengetahuan mengenai pola perkembangan memungkinkan kita membimbing proses belajar anak pada saat-saat yang tepat. Keempat, mengetahui pola normal perkembangan memungkinkan kita untuk sebelumnya mempersiapkan anak atas perubahan yang akan terjadi pada tubuh, perhatian, atau perlakuannya (Hurlock, 1978: 22).
Fakta dasar mengenai perkembangan anak biasa disebut dengan “Prinsip-prinsip perkembangan”. Prinsip perkembangan menurut Hurlock meliputi:
Perkembangan melibatkan perubahan, hal ini berarti bahwa anak-anak berkembang dan mengalami perubahan, baik perubahan kuantitatif (ukuran fisik, perubahan struktur tubuh) maupun perubahan secara kualitatif (perubahan secara mental), atau dengan kata lain didefinisikan sebagai perubahan yang teratur dan koheren.
Perkembangan awal lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya, hal ini berarti bahwa tahun-tahun pertama merupakan saat yang kritis bagi perkembangan anak. Lingkungan tempat anak hidup pada tahun-tahun pertama kehidupannya mempunyai pengaruh yang kuat pada kemampuan bawaan mereka (Hurlock, 1987: 26).
Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar. Ciri perkembangan fisik dan mental sebagian berasal dari proses kematangan intrinsik dari cirri tersebut dan sebagian berasal dari latihan dan usaha individu.
Pola perkembangan dapat diramalkan, terdapat urutan pola yang sama dalam perkembangan anak, walaupun laju perkembangannya bervariasi.
Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan, baik dalam perkembangan mental maupun perkembangan fisik.
Periode pola perkembangan, setiap anak biasanya mengalami perioda perkembangan yang berbeda pada sekitar usia yang sama,oleh karena itu penting untuk melatih anak dan merencanakan pembelajaran sesuai dengan pola utama karakteristik anak sesuai budayanya.
Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial. Kelompok biasanya mengharapkan setiap individu bersikap sesuai dengan kelompoknya.
Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya yang potensial. Bahaya ini bisa berasal dari lingkungan dan bisa berasal dari dalam diri, bahaya ini dapat mempengaruhi usaha penyesuaian fisik, psikologis, dan sosial yang dilakukan oleh seorang anak.
Kebahagian bervariasi pada berbagai periode perkembangan. Sesuai dengan tradisi masa kanak-kanak merupakan periode perkembangan yang membahagiakan. Namun demikian banyak pengalaman orang dewasa yang menyatakan mengalami masa yang tidak menyenangkan pada masa kecilnya, dan mereka tidak ingin kembali ke masa kecilnya.  Apa pentingnya kebahagiaan ini bagi perkembangan individu? Kebahagiaan mempengaruhi pola perkembangan. Kebahagiaan berarti adanya penerimaan, kasih sayang, dan prestasi, ketiga hal tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Aspek Perkembangan
Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui gerakan pusat syarat, urat syaraf, dan otot yang tekoordinasi. Jika seorang anak tidak ada gangguan lingkungan atau fisik atau hambatan mental yang mengganggu perkembangan motorik secara normal anak usia enam tahun akan siap menyesuaikandiri dengan tuntutan sekolah dan berperan serta dalam kegiatan bermain dengan teman sebaya. Kesehatan yang baik sangat mendukung pengembangan motorik. Motorik yang baik menyediakan kesempatan untuk mempelajari banyak hal termasuk keterampilan sosial, rasa aman secara fisik yang akan melahirkan rasa aman secara psikologis dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa percaya diri yang akan mempengaruhi perilaku anak.
Perkembangan Bicara
Bicara merupakan bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata untuk menyampaikan maksud. Bicara merupakan bentuk komunikasi yang paling efektif. Komunikasi berarti suatu pertukaran pikiran dan perasaan. Unsur penting dalam dari komunikasi adalah: anak harus menggunakan bentuk bahasa yang bermakna bagi orang yang mereka ajak komunikasi, dan dalam kounikasi anak harus memahami bahasa yang digunakan oleh orang lain. Bicara dapat mempengaruhi penyesuaian sosial dan pribadi anak. Fungsi bicara diantaranya adalah: (1) untuk pemuasan kebutuhan dan keinginan. Hal tersebut disebabkan karena mampu menjelaskan kebutuhan dan keinginannya, (2) menarik perhatian orang lain, misalnya dengan cara mengungkapkan pertanyaan, (3) membangun hubungan sosial, melalui kemampuan komunikasi yang baik dengan orang lain anak akan mudah menyesuaikan diri dalam kelompoknya, (4) penilaian sosial, status sosial/latar belakang seseorang diisyaratkan kepada orang lain melalui bicara (5) penilaian diri, anak dapat bercerita tentang perasaan mereka dan merasakan kesan orang lain terhadapnya, hal ini membentuk dasar penilaian diri, (6) prestasi akademis, kemampuan bicara anak biasanya menentukan prestasi akademisnya, anakyang perkembangan bicaranya di bawah kemampuan teman sekelasnya biasanya memiliki prestasi akademis yang lebih rendah.
Perkembangan Emosi
Emosi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan, sehingga pemahaman mengenai perkembangan emosi penting untuk dipahami oleh kita sebagai orang tua atau pun guru yang sehari-hari berhadapan dan berhubungan dengan anak-anak. Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada pada bayi yang baru lahir. Bayi bereaksi terhadap stimulasi yang diberikan kepadanya yang diperolehnya dari lingkungan. Perkembangan emosi dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor kematangan sebagai bentuk dari perkembangan intelektual, faktor pengalaman belajar akan menentukan reaksi potensial mana yang akan anak-anak gunakan untuk menyatakan kemarahan atau kesenangannya. Lingkungan memberikan warna terhadap dominasi emosi yang dimiliki anak-anak. Keseimbangan antara emosi yang menyenangkan dan emosi yang tidak menyenangkan pada dua tahun pertama kehidupan anak dapat di kendalikan. Lingkungan dapat diciptakan untuk selalu menyenangkan anak, namun setelah kemampuan bergerak bebas berkembang pada anak maka pengendalian lingkungan menjadi sulit untuk dikendalikan. Cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keseimbangan emosi adadua cara, yaitu: (1) pengendalian lingkungan dengan tujuan agar emosi anak yang tidak menyenangkan dapat segera diseimbangkan dengan emosi yang menyenangkan. (2) membantu anak mengembangkan teloransi terhadap emosi yaitu kemampuan untuk menghambat pengaruh emosi yang tidak menyenangkan. Perkembangan emosi yang lain yang tidak kalah penting adalah pengendalian emosi, yaitu mengarahkan energi emosi ke saluran ekpresi yang bermanfaat dan dapat diterima secara sosial.
Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial memiliki arti bahwa kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Perkembangan sosial yang baik diperlukan agar anak mampu bermasyarakat/melakukan penyesuaian sosial. Faktor yang berpengaruh terhadap penyesuaian sosial anak sebagai berikut. Pertama, kesempatan yang penuh untuk bersosialisasi adalah penting karena anak-anaktidak akan dapat belajar hidup bermasyarakat jika sebagian besar waktu mereka hanya digunakan seorang diri/kegiatan sendirian. Kedua, anak-anak harus mampu bercakap-cakap secara sosial, halini akan membuat mereka diterima secara sosial. Kemampuan bicara sangat penting untuk perkembangan ini. Ketiga, anak akan belajar sosialisasi jika merekamemiliki motivasi. Motivasi sebagian besar bergantung kepada kepuasan yang diberikan oleh aktivitas sosial yang diberikan kepada anak. Keempat, metoda belajar dengan bimbingan adalah penting untuk anak-anak belajar. Anak-anak akan belajar lebih cepat dengan hasil yang lebih baik jika ada seseorang yang membimbing dan mengarahkan mereka.
Penyesuaian Sosial
Penyesuaian sosial diartikan sebagai keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompoknya pada khususnya (Hurlock, 1987:287). Orang dapat menyesuaikan diri dengan baik dengan cara mempelajari ketemapilan sosial seperti menjalin hubungan secara diplomatis dengan orang lain. Orang yang berhasil dalam penyesuaian sosial biasanya mengembangkan sikap sosialyang menyenangkan, seperti kesediaan untukmembantu orang lain. Untuk menentukan sejauh mana penyesuaian diri anak secara sosial sebagaiman dinyatakan oleh Hurlock (1987: 287) dalam bukunya: (1)  penampilan nyata: bila perilaku sosial anak, seperti yang dinilai berdasarkan kelompoknya,memenuhi harapan kelompok. (2) penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok: anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik terhadap berbagai kelompok, baik kelompok teman sebaya maupun kelompok orang dewasa maka secara sosial dianggap sebagai orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik. (3) sikap sosial: anak harus menunjukkan sikap yang menyenangkan terhadap orang lain, terhadap partisipasi sosial, dan terhadap perannya dalam kelompok sosial bila ingin dinilai sebagaiorang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik secara sosial. (4) kepuasan pribadi: untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik secara sosial, anak harus merasa puas terhadap kontak sosialnya dan terhadap peran yang dimainkannya dalam situasi sosial, baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota.
Perkembangan Bermain
Bermain diartikan sebagai segala kegiatan yang bukan bekerja, yang memiliki tujuan untuk memenuhi kesenangan. Bermain secara garis besar dikelompokana menjadi dua katagori yaitu bermain aktif dan bermain pasif. Dalam bermain aktif kesanangan timbul dari apa yang dilakukan, baik karena aktivitas berlari membuat sesuatu dengan plastisin, dll. Bermain secara aktif mulai berkurang sejalan dengan perkembangan anak mendekati masa remaja. Bermain pasif, dalam bermain pasif kesenangan  diperoleh anak darikegiatan orang lain. Permainan pasif menghabiskan sedikit energi. Dalam permainan pasif anak memperoleh kesenangan dengan cara menonton anaklain bermain,menonton televisi, atau membaca buku. Bermain memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak karena memalui bermain anak akan menetahui dunianya melalui aktivitas: meniru,eksplorasi, menguji, dan membangun pemahaman mereka tentang banyak hal di lingkungannya. Pengaruh bermain bagi perkembangan anak diantaranya untuk perkembangan fisik, dorongan berkomunikasi, penyaluran berbagai energy yang tependam, penyaluran bagi berbagai kebutuhan dan keinginan, sumber belajar, rangsangan bagi kreativitas, perkembangan wawasan diri, belajar bermayarakat, standar moral, belajar bermain sesuai dengan peran jenis kelamin, dan perkembangan ciri kepribadian yang diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
      

Hurlock, Elizabeth B. (1987). Perkembangan Anak. Edisi Keenam Jilid I. Erlangga. Indonesia.
Neely, Mergery A. (1982). Counceling and Guidance Practices with Special Education   Students. Amerika. Dorsey Press Purnama Sidik Html.
Riery. http://www. Balebengongnet/ kabar-anyar/2007/08/12
Thomsopson, Charles L.(2004). Counceling Children Sixth Edition. Amerika.    Brooks/Cole